Kuliah Anak Ilkom
Minggu, 17 Juli 2016
Selasa, 15 Desember 2015
Tata Kelola TI, alasan, definisi, tujuan, dan area focus
Definisi
Definisi dari tata kelola itu sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Tata kelola STI merupakan bagian dari pengelolaan perusahaan yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi perusahaan TI yang digunakan untuk memperluas strategi dan tujuan organisasi.
Alasan
Mengukur nilai maturity perusahaan agar dapat diketahui tingkat kedewasaan perusahaan sehingga didapatkan rekomendasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan rencana strategis perusahaan.
Tujuan
Tujuan dari tata kelola TI adalah sebagai berikut:
- Memastikan investasi dalam bidang TI yang dilakukan untuk mendukung strategi bisnis suatu instansi
- Menerapkan teknologi informasi dengan tujuan menyeimbangkan strategi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan untuk mengelola keuntungannya
- Bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya TI
- Manajemen resiko mengenai teknologi informasi secara tepat memungkinkan perusahaan dalam mengambil peluang dan memaksimalkan keuntungan pemanfaatan TI.
Fokus Area
1. Strategic Alignment
Strategic Alignment merupakan pemahaman internal dan eksternal dalam memberikan masukan untuk penetapan visi, misi, dan strategi TI dan memastikan bahwa fungsi TI berjalan dengan baik.
2. Value delivery
Value delivery merupakan prinsip-prinsip dasar yang dapat dimanfaatkan berdasarkan ketepatan waktu dan anggarannya sesuai.
3. Risk management
Risk management berfokus pada penciptaan nilai, manajemen risiko yang mencakup proses kesinambungan mengenai pelestarian nilai kebutuhan. Baik internal maupun kebutuhan eksternal kepada pemegang saham dan stakeholder.
4. Resource management
Resource management menjamin bahwa pengelolaan sumber daya dengan infrastruktur TI yang ekonomis dapat diperbaharui atau diganti.
5. Performance measurement
Performance measurement dapat menciptakan kesempatan untuk mengambil tindakan dalam waktu tertentu agar mencapai hasil yang diinginkan. Tetapi tidak menetapkan ukuran kinerja dan fokus area.
Sumber:
Lecturer Slide, Pengantar Tata Kelola Teknologi Informasi, MTI UI, 2012.
Definisi dari tata kelola itu sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Tata kelola STI merupakan bagian dari pengelolaan perusahaan yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi perusahaan TI yang digunakan untuk memperluas strategi dan tujuan organisasi.
Alasan
Mengukur nilai maturity perusahaan agar dapat diketahui tingkat kedewasaan perusahaan sehingga didapatkan rekomendasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan rencana strategis perusahaan.
Tujuan
Tujuan dari tata kelola TI adalah sebagai berikut:
- Memastikan investasi dalam bidang TI yang dilakukan untuk mendukung strategi bisnis suatu instansi
- Menerapkan teknologi informasi dengan tujuan menyeimbangkan strategi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan untuk mengelola keuntungannya
- Bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya TI
- Manajemen resiko mengenai teknologi informasi secara tepat memungkinkan perusahaan dalam mengambil peluang dan memaksimalkan keuntungan pemanfaatan TI.
Fokus Area
1. Strategic Alignment
Strategic Alignment merupakan pemahaman internal dan eksternal dalam memberikan masukan untuk penetapan visi, misi, dan strategi TI dan memastikan bahwa fungsi TI berjalan dengan baik.
2. Value delivery
Value delivery merupakan prinsip-prinsip dasar yang dapat dimanfaatkan berdasarkan ketepatan waktu dan anggarannya sesuai.
3. Risk management
Risk management berfokus pada penciptaan nilai, manajemen risiko yang mencakup proses kesinambungan mengenai pelestarian nilai kebutuhan. Baik internal maupun kebutuhan eksternal kepada pemegang saham dan stakeholder.
4. Resource management
Resource management menjamin bahwa pengelolaan sumber daya dengan infrastruktur TI yang ekonomis dapat diperbaharui atau diganti.
5. Performance measurement
Performance measurement dapat menciptakan kesempatan untuk mengambil tindakan dalam waktu tertentu agar mencapai hasil yang diinginkan. Tetapi tidak menetapkan ukuran kinerja dan fokus area.
Sumber:
Lecturer Slide, Pengantar Tata Kelola Teknologi Informasi, MTI UI, 2012.
Strategi dan Model dalam Tata Kelola TI Perusahaan
Strategi :
Strategi Alignment yaitu pemahaman
mengenai lingkungan bisnis internal dan eksternal yang dapat memberikan
masukan untuk menetapkan misi fungsi TI, visi dan strategi serta layanan fungsi
TI yang selaras dengan semua elemen lingkungan perusahaan dan memastikan
nilai-nilai umum dan arahan strategis diterima oleh perusahaan.
Strategi alignment fokus pada penyelarasan strategi TI dan bisnis.
Dengan adanya perencanaan tersebut dapat mempertajam organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi yang dapat mendukung
dan memberikan diferensisiasi dengan adanya penggunaan STI.
IT STRATEGIC ALIGNMENT
Dalam penggunaan strategi TI berdasarkan kebutuhan bisnis harus
memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan bisnis.
b.
Segala sesuatu yang ada dalam bisnis dapat memengaruhi kemajuan
teknologi bisnis di masa depan.
c.
Kemampuan organisasi TI membawa perubahan bisnis di masa depan
dengan memberikan tingkat layanan untuk investasi kebutuhan perusahaan.
d.
Memberikan
nilai bisnis pada anggaran biaya.
e. Menjadikan kegagalan masa lalu untuk mencapai keberhasilan.
Strategi TI yang dikembangkan dapat mendukung tujuan strategis
sebagai berikut:
Strategi perusahaan:
-
Fungsi Bisnis
-
Aplikasi Arsitektur
-
Infrastruktur Teknis
-
Surcing/Staffing
-
Pendanaan
Rencana strategis adalah jalur formal yang
mengeksekusi strategi dalam perusahaan roadmap formal yang mengeksekusi
strategi yang dipilih oleh perusahaan untuk membantu melakukan pekerjaan yang
lebih baik.
Elemen
rencana strategis ada 3 elemen yaitu :
1.
Bagaimana dapat
mencapai hal tersebut?
2.
Dimanakah
posisi organisasi sekarang?
3. Kemanakah dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai rencana
strategis?
Model TI Perusahaan :
1. The IT Infrastructure Library (ITIL) merupakan suatu framework pengelolaan layanan TI sebagai standar industri pengembangan industri perangkat lunak di dunia
2. ITSM memfokuskan diri pada 3 tujuan utama yaitu menyelaraskan layanan TI dengan kebutuhan, memperbaiki kualitas layanan-layanan TI, mengurangi biaya jangka panjang dari pengelolaan layanan.
3. ISO/IEC 17799 bertujuan untuk memperkuat elemen dasar keamanan informasi yaitu confidentially, integrity, dan availability.
4. COSO merupakan sebuah organisasi dalam meningkatkan kualitas pelaporan finansial yang mencakup etika bsinis, kontrol internal, dan corporate governance.
5. COBIT mempunyai model kematangan, mengontrol proses-proses TI sehingga suatu organisasi dapat menilai proses-proses TI yang dimilki dari skala non existent sampai dengan optimis.
Sumber:
Erwin Sutomo, S1 Sistem Informasi STIKOM Surabaya
Link : http://blog.stikom.edu/erwin/files/2012/08/TATA-KELOLA-STI-DAN-PERENCANAAN-STRATEGIS.pdf
Dampak Tata Kelola Teknologi Informasi Perusahaan Terhadap Keselarasan Bisnis TI, cara mengukur, dan sebagainya
Dalam pengelolaan perusahaan yang baik menuntut diterapkannya Tata Kelola Perusahaan dan keberhasilan penerapan salah satunya adalah dengan dengan di tunjang Tata Kelola Teknologi Informasi yang baik. Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi menuntut suatu keselarasan antara TI dengan proses bisnis yang berjalan dalam perusahaan, namun keselarasan tersebut tidak lah dengan mudah tercipta. Untuk itu diperlukannya perwujudan tanggung jawab oleh atasan dan Manajemen Perusahaan yang diterapkan melalui gaya kepemimpinan, struktur organisasi, dan proses yang dirancang untuk memastikan bahwa TI perusahaan dikelola secara optimal dalam mendukung pencapaian strategi dan tujuan perusahaan sehingga bisa dikatakan adanya keselarasan TI-Bisnis Perusahaan.
1. Pentingnya Tata Kelola Teknologi Informasi Ketika teknologi informasi menjadi faktor yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan ataupun instansi, hal tersebut dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan menawarkan perlengkapan untuk meningkatkan produktifitas, dan akan memberikan lebih lagi di masa yang akan datang. Dengan adanya keberadaan tekologi informasi saat ini yang sangat terkait dan menjalar di berbagai bidang di perusahaan atau instansi, pengelola harus memberikan perhatian yang lebih terhadap teknologi informasi, kemudian menelaah sebesar apa ketergantungan perusahaan terhadap teknologi informasi dan sepenting apa teknologi informasi bagi pelaksanaan strategi bisnis (ITGI 2007), maka: a) Teknologi informasi sangat penting dalam mendukung dan mencapai tujuan perusahaan atau instansi. b) Teknologi informasi sangat strategis terhadap bisnis (perkembangan dan inovasi) c) Semakin diperlukannya teknologi informasi dalam hal akuisisi.
2. Fokus Tata Kelola Teknologi Informasi Menurut IT Governance Institute (ITGI), pada tata kelola teknologi informasi terdapat lima area yang menjadi fokus yaitu: a) Keselarasan strategi (strategic alignment), Proses penyelarasan strategi terfokus pada memastikan hubungan bisnis dengan perencanaan strategis teknologi informasi, mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proporsi nilai teknologi informasi, dan menyelaraskan operasional teknologi informasi dengan operasional perusahaan secara keseluruhan. b) Penyampainan nilai (value delivery), Penyampaian nilai adalah tentang melaksanakan proporsi nilai dari dari seluruh siklus penyampaian, meyakini bahwa penyampaian teknologi informasi memberikan manfaat yang dijanjikan terhadap strategi tersebut. Berkonsentrasi terhadap pengoptimalisasikan biaya dan membuktikan nilai intrinsik tentangnya. c) Manajemen risiko (risk management), Manajemen risiko menitikberatkan kepada proses-proses untuk memelihara nilai. Untuk itu, manajemen risiko harus menjadi proses yang berkelanjutan yang dimulai dengan mengidentifikasi risiko, dan dilanjutkan dengan mitigasi risiko dengan menerapkan berbagai pengendalian. d) Manajemen sumberdaya (resource management), Manajemen sumberdaya adalah tentang mengoptimalisasikan investasi, dan manajemen yang sesuai. Sumberdaya teknologi informasi yang sangat penting yaitu: aplikasi, informasi, infrastruktur dan manusia, dan hal-hal penting yang berhubungan dengan optimalisasi pengetahuan dan infrastruktur. e) Pengukuran kinerja (performance measurement) Jika tidak ada ukuran untuk kerja yang dibuat dan dimonitor, area fokus tata kelola teknologi informasi lainnya sulit untuk mencapai hasil yang diharapkan. Area ini meliputi aktifitas audit dan penilaian, serta pengukuran kinerja yang berkelanjutan. Hal ini, menjadi penghubung bagi fase penyelarasan dengan menyediakan bukti bahwa arahan yang ditetapkan telah diikuti.
3. Konsep Keselarasan TI-Bisnis dan Tata Kelola TI Salah satu teori pertama dan salah satu terbaik mengenai keselarasan TI-Bisnis adalah Strategic Alignment Model (SAM) yang di kembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (Steven De Haes, dk, 2010). SAM mengidentifikasikan 4 domain yaitu: 1. Strategi Bisnis 2. Strategi TI 3. Infrastruktur Organisasi 4. Infrastruktur TI Isu sentral pada teori SAM adalah sebuah organisasi harus secara berkelanjutan mencari keselarasan antara 4 domain tersebut, dengan perhatian khusus untuk langkah strategik (hubungan antara strategi dan infrastruktur, juga antara TI dan bisnis) dan integrasi fungsional (hubungan dari bisnis dan strategi TI serta bisnis dan infrastruktur TI). Dengan menggunakan Model SAM ini bisa ditentukan sebuah langkah-langkah strategik dan operasional perusahaan yang disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan, yang juga memberikan penilaian terhadap level kematangan keselarasan TI-Bisnis perusahaan. Setelah menentukan keberadaan langkah strategik dan operasional maka perlu dilanjutkan dengan membuat pedoman kebijakan tata kelola TI yang ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai arahan manajemen Perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan TI yang memuat kebijakan-kebijakan strategis dan operasional TI termasuk didalamnya perangkat – perangkat dokumen turunan seperti : standar dan prosedur.
Kesimpulan Tata kelola informasi dalam perusahaan harus ditangani dengan baik oleh suatu organisasi maupun perusahaan, Karena Tata kelola TI harus mengacu pada proses bisnis perusahaan, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah memahami visi-misi perusahaan, target dan tujuan yang akan dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu serta perubahan yang dihadapi oleh perusahaan. Dari situ kita bisa menentukan langkah secara lebih detil mengenai kebijakan strategi dan operasional seperti apa yang dibutuhkan untuk menciptakan Tata kelola TI yang baik, sesuai dan efesien sehingga tercapainya keselarasan antara TI dengan proses bisnis perusahaan.
Sumber:
Jurnal: Steven De Haes, Rogier Haest, Wim Van Grembergen, 2010, IT Governance and Business-IT Alignment in SMEs, ISACA Journal, Volume 6.
Jurnal: Tata Kelola Teknologi Informasi ITGI, 2007
1. Pentingnya Tata Kelola Teknologi Informasi Ketika teknologi informasi menjadi faktor yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan ataupun instansi, hal tersebut dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan menawarkan perlengkapan untuk meningkatkan produktifitas, dan akan memberikan lebih lagi di masa yang akan datang. Dengan adanya keberadaan tekologi informasi saat ini yang sangat terkait dan menjalar di berbagai bidang di perusahaan atau instansi, pengelola harus memberikan perhatian yang lebih terhadap teknologi informasi, kemudian menelaah sebesar apa ketergantungan perusahaan terhadap teknologi informasi dan sepenting apa teknologi informasi bagi pelaksanaan strategi bisnis (ITGI 2007), maka: a) Teknologi informasi sangat penting dalam mendukung dan mencapai tujuan perusahaan atau instansi. b) Teknologi informasi sangat strategis terhadap bisnis (perkembangan dan inovasi) c) Semakin diperlukannya teknologi informasi dalam hal akuisisi.
2. Fokus Tata Kelola Teknologi Informasi Menurut IT Governance Institute (ITGI), pada tata kelola teknologi informasi terdapat lima area yang menjadi fokus yaitu: a) Keselarasan strategi (strategic alignment), Proses penyelarasan strategi terfokus pada memastikan hubungan bisnis dengan perencanaan strategis teknologi informasi, mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proporsi nilai teknologi informasi, dan menyelaraskan operasional teknologi informasi dengan operasional perusahaan secara keseluruhan. b) Penyampainan nilai (value delivery), Penyampaian nilai adalah tentang melaksanakan proporsi nilai dari dari seluruh siklus penyampaian, meyakini bahwa penyampaian teknologi informasi memberikan manfaat yang dijanjikan terhadap strategi tersebut. Berkonsentrasi terhadap pengoptimalisasikan biaya dan membuktikan nilai intrinsik tentangnya. c) Manajemen risiko (risk management), Manajemen risiko menitikberatkan kepada proses-proses untuk memelihara nilai. Untuk itu, manajemen risiko harus menjadi proses yang berkelanjutan yang dimulai dengan mengidentifikasi risiko, dan dilanjutkan dengan mitigasi risiko dengan menerapkan berbagai pengendalian. d) Manajemen sumberdaya (resource management), Manajemen sumberdaya adalah tentang mengoptimalisasikan investasi, dan manajemen yang sesuai. Sumberdaya teknologi informasi yang sangat penting yaitu: aplikasi, informasi, infrastruktur dan manusia, dan hal-hal penting yang berhubungan dengan optimalisasi pengetahuan dan infrastruktur. e) Pengukuran kinerja (performance measurement) Jika tidak ada ukuran untuk kerja yang dibuat dan dimonitor, area fokus tata kelola teknologi informasi lainnya sulit untuk mencapai hasil yang diharapkan. Area ini meliputi aktifitas audit dan penilaian, serta pengukuran kinerja yang berkelanjutan. Hal ini, menjadi penghubung bagi fase penyelarasan dengan menyediakan bukti bahwa arahan yang ditetapkan telah diikuti.
3. Konsep Keselarasan TI-Bisnis dan Tata Kelola TI Salah satu teori pertama dan salah satu terbaik mengenai keselarasan TI-Bisnis adalah Strategic Alignment Model (SAM) yang di kembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (Steven De Haes, dk, 2010). SAM mengidentifikasikan 4 domain yaitu: 1. Strategi Bisnis 2. Strategi TI 3. Infrastruktur Organisasi 4. Infrastruktur TI Isu sentral pada teori SAM adalah sebuah organisasi harus secara berkelanjutan mencari keselarasan antara 4 domain tersebut, dengan perhatian khusus untuk langkah strategik (hubungan antara strategi dan infrastruktur, juga antara TI dan bisnis) dan integrasi fungsional (hubungan dari bisnis dan strategi TI serta bisnis dan infrastruktur TI). Dengan menggunakan Model SAM ini bisa ditentukan sebuah langkah-langkah strategik dan operasional perusahaan yang disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan, yang juga memberikan penilaian terhadap level kematangan keselarasan TI-Bisnis perusahaan. Setelah menentukan keberadaan langkah strategik dan operasional maka perlu dilanjutkan dengan membuat pedoman kebijakan tata kelola TI yang ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai arahan manajemen Perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan TI yang memuat kebijakan-kebijakan strategis dan operasional TI termasuk didalamnya perangkat – perangkat dokumen turunan seperti : standar dan prosedur.
Kesimpulan Tata kelola informasi dalam perusahaan harus ditangani dengan baik oleh suatu organisasi maupun perusahaan, Karena Tata kelola TI harus mengacu pada proses bisnis perusahaan, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah memahami visi-misi perusahaan, target dan tujuan yang akan dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu serta perubahan yang dihadapi oleh perusahaan. Dari situ kita bisa menentukan langkah secara lebih detil mengenai kebijakan strategi dan operasional seperti apa yang dibutuhkan untuk menciptakan Tata kelola TI yang baik, sesuai dan efesien sehingga tercapainya keselarasan antara TI dengan proses bisnis perusahaan.
Sumber:
Jurnal: Steven De Haes, Rogier Haest, Wim Van Grembergen, 2010, IT Governance and Business-IT Alignment in SMEs, ISACA Journal, Volume 6.
Jurnal: Tata Kelola Teknologi Informasi ITGI, 2007
Langganan:
Postingan (Atom)