Dalam pengelolaan perusahaan yang baik menuntut diterapkannya Tata Kelola Perusahaan dan keberhasilan penerapan salah satunya adalah dengan dengan di tunjang Tata Kelola Teknologi Informasi yang baik. Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi menuntut suatu keselarasan antara TI dengan proses bisnis yang berjalan dalam perusahaan, namun keselarasan tersebut tidak lah dengan mudah tercipta. Untuk itu diperlukannya perwujudan tanggung jawab oleh atasan dan Manajemen Perusahaan yang diterapkan melalui gaya kepemimpinan, struktur organisasi, dan proses yang dirancang untuk memastikan bahwa TI perusahaan dikelola secara optimal dalam mendukung pencapaian strategi dan tujuan perusahaan sehingga bisa dikatakan adanya keselarasan TI-Bisnis Perusahaan.
1. Pentingnya Tata Kelola Teknologi Informasi
Ketika teknologi informasi menjadi faktor yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan ataupun instansi, hal tersebut dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan menawarkan perlengkapan untuk meningkatkan produktifitas, dan akan memberikan lebih lagi di masa yang akan datang. Dengan adanya keberadaan tekologi informasi saat ini yang sangat terkait dan menjalar di berbagai bidang di perusahaan atau instansi, pengelola harus memberikan perhatian yang lebih terhadap teknologi informasi, kemudian menelaah sebesar apa ketergantungan perusahaan terhadap teknologi informasi dan sepenting apa teknologi informasi bagi pelaksanaan strategi bisnis (ITGI 2007), maka:
a) Teknologi informasi sangat penting dalam mendukung dan mencapai tujuan perusahaan atau instansi.
b) Teknologi informasi sangat strategis terhadap bisnis (perkembangan dan inovasi)
c) Semakin diperlukannya teknologi informasi dalam hal akuisisi.
2. Fokus Tata Kelola Teknologi Informasi
Menurut IT Governance Institute (ITGI), pada tata kelola teknologi informasi terdapat lima area yang menjadi fokus yaitu:
a) Keselarasan strategi (strategic alignment), Proses penyelarasan strategi terfokus pada memastikan hubungan bisnis dengan perencanaan strategis teknologi informasi, mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proporsi nilai teknologi informasi, dan menyelaraskan operasional teknologi informasi dengan operasional perusahaan secara keseluruhan.
b) Penyampainan nilai (value delivery), Penyampaian nilai adalah tentang melaksanakan proporsi nilai dari dari seluruh siklus penyampaian, meyakini bahwa penyampaian teknologi informasi memberikan manfaat yang dijanjikan terhadap strategi tersebut. Berkonsentrasi terhadap pengoptimalisasikan biaya dan membuktikan nilai intrinsik tentangnya.
c) Manajemen risiko (risk management), Manajemen risiko menitikberatkan kepada proses-proses untuk memelihara nilai. Untuk itu, manajemen risiko harus menjadi proses yang berkelanjutan yang dimulai dengan mengidentifikasi risiko, dan dilanjutkan dengan mitigasi risiko dengan menerapkan berbagai pengendalian.
d) Manajemen sumberdaya (resource management), Manajemen sumberdaya adalah tentang mengoptimalisasikan investasi, dan manajemen yang sesuai. Sumberdaya teknologi informasi yang sangat penting yaitu: aplikasi, informasi, infrastruktur dan manusia, dan hal-hal penting yang berhubungan dengan optimalisasi pengetahuan dan infrastruktur.
e) Pengukuran kinerja (performance measurement) Jika tidak ada ukuran untuk kerja yang dibuat dan dimonitor, area fokus tata kelola teknologi informasi lainnya sulit untuk mencapai hasil yang diharapkan. Area ini meliputi aktifitas audit dan penilaian, serta pengukuran kinerja yang berkelanjutan. Hal ini, menjadi penghubung bagi fase penyelarasan dengan menyediakan bukti bahwa arahan yang ditetapkan telah diikuti.
3. Konsep Keselarasan TI-Bisnis dan Tata Kelola TI
Salah satu teori pertama dan salah satu terbaik mengenai keselarasan TI-Bisnis adalah Strategic Alignment Model (SAM) yang di kembangkan oleh Henderson dan Venkatraman (Steven De Haes, dk, 2010). SAM mengidentifikasikan 4 domain yaitu:
1. Strategi Bisnis
2. Strategi TI
3. Infrastruktur Organisasi
4. Infrastruktur TI
Isu sentral pada teori SAM adalah sebuah organisasi harus secara berkelanjutan mencari keselarasan antara 4 domain tersebut, dengan perhatian khusus untuk langkah strategik (hubungan antara strategi dan infrastruktur, juga antara TI dan bisnis) dan integrasi fungsional (hubungan dari bisnis dan strategi TI serta bisnis dan infrastruktur TI).
Dengan menggunakan Model SAM ini bisa ditentukan sebuah langkah-langkah strategik dan operasional perusahaan yang disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan, yang juga memberikan penilaian terhadap level kematangan keselarasan TI-Bisnis perusahaan. Setelah menentukan keberadaan langkah strategik dan operasional maka perlu dilanjutkan dengan membuat pedoman kebijakan tata kelola TI yang ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai arahan manajemen Perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan TI yang memuat kebijakan-kebijakan strategis dan operasional TI termasuk didalamnya perangkat – perangkat dokumen turunan seperti : standar dan prosedur.
Kesimpulan
Tata kelola informasi dalam perusahaan harus ditangani dengan baik oleh suatu organisasi maupun perusahaan, Karena Tata kelola TI harus mengacu pada proses bisnis perusahaan, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah memahami visi-misi perusahaan, target dan tujuan yang akan dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu serta perubahan yang dihadapi oleh perusahaan. Dari situ kita bisa menentukan langkah secara lebih detil mengenai kebijakan strategi dan operasional seperti apa yang dibutuhkan untuk menciptakan Tata kelola TI yang baik, sesuai dan efesien sehingga tercapainya keselarasan antara TI dengan proses bisnis perusahaan.
Sumber:
Jurnal: Steven De Haes, Rogier Haest, Wim Van Grembergen, 2010, IT Governance and
Business-IT Alignment in SMEs, ISACA Journal, Volume 6.
Jurnal: Tata Kelola Teknologi Informasi ITGI, 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar